foto kosarek 1

Jurnal KKT: Hari Ke-3

Dulu kami sempat berpikir, kalaupun saat melayani di kampung harus tinggal di honai,kami akan siap. Sebelum masuk Kosarek, kami dapat kabar kalau sudah ada rumah gereja yang siap pakai dan hanya perlu renovasi WC saja. Tenth ekspektasi meningkat dan sulit mengontrolnya untuk turun lagi. Haha..

Jadi,saat kami tiba dan menemukan rumah yang akan kami tinggali bukan hanya perlu renovasi WC,melainkan mayor renovasi atau bahkan bangun ulang, kami cukup lemas juga lihatnya.Bahkan Adit perlu tidur siang khusus untuk minta hikmat dari Tuhan. Karena bajet yang kami siapkan jauh dari cukup untuk renovasi mayor apalagi bangun rumah ulang 😔

Kalau melihat kondisi rumahnya, adakah kawan yang punya ide bagaimana kami renov dengan efisien? Mohon doanya agar kami temukan solusi kreatif untuk rumah ini.

We once thought, if we have to live in a traditional hut (honai) while serving in Kosarek, we will be ready. However, we were affirmed to have a church-owned house that is ready for us to live in, apart from its bathroom that needs to be rebuilt.

Our expectation was elevated and it’s hard to set it low again.Haha.. Therefore, when we found our house need to have a major renovation or worse, rebuilding, we almost fainted from shock :p Even Adit need to take a nap to gain divine wisdom. Our budget for lodging is insufficient for big renovation or rebuild a house 😔 If you guys see the house, do you have idea of doing a very low cost renovation? We are praying for a creative solution for this house.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Kawan Kasih Tumbuh (@kawankasihtumbuh) on

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *